Sabtu, 03 Oktober 2009

Good computing practice 3: Backup

Ini adalah Good Computing Practice atau cara berkomputer yang baik yang berikutnya.
Sebetulnya saya sudah pernah menulis tentang Backup, namun tak ada salahnya mengingat kembali pentingnya Backup.



Baru-baru ini seorang teman sekaligus klien dengan nada panik menelepon menanyakan cara recovery data dari flashdisk. Flashdisk miliknya mendadak tidak terdeteksi oleh komputer, sementara ia menyimpan seluruh data perusahaannya dalam flashdisk itu agar mudah dibawa-bawa dari kantor ke rumah.
Sebetulnya aplikasi inventory buatan saya yang ia pakai sudah menyediakan fitur backup, namun mungkin karena salah komunikasi, pegawai yang setiap minggu melakukan backup ternyata juga menggunakan flashdisk itu sebagai tempat backup, bukan media lain.



Beberapa bulan lalu seorang kenalan membawa laptopnya kerumah saya untuk diperiksa. Ketika dibuka, ternyata layar LCDnya sudah pecah. Rupanya saat kenalan saya itu bekerja dengan laptop itu dirumahnya, anaknya yang masih kecil berlari dan tersandung kabel charger laptop. Si anak jatuh tersungkur sementara laptop itu melayang dari meja, salto dan mendarat tunggang-langgang dilantai keramik. Setelah diperiksa, harddisk laptop itu sudah tak bisa lagi diakses datanya sama sekali karena mengalami kerusakan fisik yang lumayan parah. Teman saya itu hanya bisa termangu karena semua foto dan video keluarga yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun ada didalamnya.

Ini hanya dua dari begitu banyak "cerita sedih" yang seharusnya tidak perlu terjadi.
Tak hanya harddisk atau flashdisk, media penyimpan data apapun tak ada yang 100% reliable. Selalu ada kemungkinan bagaimanapun kecilnya bahwa media penyimpan data akan mendadak rusak dan tidak dapat diakses lagi datanya. Ini belum memperhitungkan faktor bencana baik kecil (tertular virus yang merusak data, komputer terkena bocoran air hujan) atau besar (banjir, gempa, kebakaran). Namun sebetulnya kerusakan media penyimpan data ini dapat diantisipasi dengan backup secara teratur.
Yang disebut backup adalah membuat copy atau duplikat data di tempat yang berbeda. Dengan begitu, seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada komputer, tidak seluruh data hilang, hanya pekerjaan sejak backup terakhir saja.
Memiliki backup yang selalu diperbarui secara rutin seperti memiliki polis asuransi. Mungkin Anda harus direpotkan dengan "ritual" backup setiap hari tertentu dan harus menyediakan "sesajen" media penyimpan data cadangan yang terkadang tidak murah. Namun ini akan mencegah terjadinya kemungkinan terburuk dimana Anda kehilangan data penting dan tak tergantikan, atau harus membayar sekian puluh juta untuk jasa recovery data (Ya! Biaya recovery data sebuah harddisk dapat mencapai puluhan juta rupiah!)

Metode backup yang paling baik adalah multiple backup, dimana satu set backup dilakukan dengan sering (misalnya backup ke harddisk external setiap hari) dan satu set backup (atau lebih) lain dilakukan dengan media berbeda untuk jangka waktu yang agak lama (misal backup ke keping DVD setiap minggu/bulan).
Menggunakan lebih dari satu set dengan media berbeda menjaga agar jika saat perlu mengambil data dari backup ternyata satu media rusak, media lainnya masih ada. Lebih baik lagi jika media backup disimpan di tempat/gedung terpisah untuk menghindari bencana besar.
Namun jika ini dirasa terlalu merepotkan, terutama untuk pengguna personal, mengcopy data-data penting dari harddisk komputer ke flashdisk setiap malam sudah sangat-sangat membantu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar