Sabtu, 18 Desember 2010

UPS (Uninterruptible Power Supplies)

"Yahhh!! Belum sempet di-save!!" (Gubrak!)
Gambar dari Wikipedia
Teriakan seperti itu sepertinya akhir-akhir ini sering terdengar di berbagai kantor dan rumah di Indonesia. Sering terjadinya gangguan pasokan listrik membawa persoalan tersendiri bagi komputer, karena jika belum di-save ke harddisk, pekerjaan kita akan hilang jika listrik padam. Ini masih belum memperhitungkan resiko kerusakan hardware karena fluktuasi dan hilangnya pasokan daya secara tiba-tiba. Bukan rahasia lagi jika power supply unit, harddisk (termasuk data didalamnya) bahkan mainboard komputer bisa saja rusak karena tegangan listrik tidak stabil atau sering terputus.
Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan apa yang disebut UPS (Uninterruptible Power Supplies).
Secara sederhana, UPS adalah alat yang dipasang diantara komputer dan colokan listrik PLN. Saat listrik padam, UPS akan mengambil alih tugas memasok listrik dengan memanfaatkan batere / aki didalamnya. Proses perpindahan itu sangat cepat sehingga bagi komputer seolah-olah pasokan listrik tetap kontinyu, sehingga alat ini dinamakan uninteruptible power supplies.


Dari cara kerjanya, ada beberapa tipe UPS
  1. Offline / standby: ini tipe UPS yang paling sederhana. Biasanya penjual/toko menyebutnya "UPS tanpa stabilizer", karena tipe ini hanya melindungi peralatan listrik dari listrik padam saja. Jika ada fluktuasi tegangan (tegangan turun/naik), UPS tipe ini tidak dapat berbuat apa-apa. Saat listrik menyala, output UPS akan disambungkan langsung pada input, sehingga peralatan yang terhubung ke UPS dipasok dayanya langsung dari jaringan PLN. Saat listrik padam, UPS akan dengan cepat menyambungkan inverter (pengubah tegangan 12V DC ke 220V AC) ke batere dan output UPS, sehingga kini peralatan listrik dipasok dayanya dari batere melalui inverter. Ini tipe UPS paling murah yang ada di pasaran.
  2. Line-interactive: UPS tipe ini sudah melindungi peralatan dari fluktuasi tegangan, karena didalamnya terdapat rangkaian autotransformer yang melindungi UPS itu sendiri beserta seluruh peralatan yang terhubung dari tegangan naik/turun. Di pasaran UPS tipe ini sering disebut "UPS dengan stabilizer". Harganya sedikit lebih mahal dibanding tipe offline, namun sangat dianjurkan memakai tipe ini karena cukup banyak keuntungan yang akan diperoleh.

  3. Double-conversion / online: tipe yang satu ini harganya cukup mahal dan biasanya hanya digunakan untuk melindungi server atau peralatan yang sangat sensitif atau penting. Disini antara input dan output UPS sama sekali terpisah, sehingga peralatan listrik benar-benar terlindungi bukan saja dari tegangan naik-turun, tapi juga berbagai ganggunan lain seperti noise, frekuensi yang tidak stabil, harmonic, dsb. Berbeda dengan dua tipe lainnya, UPS tipe ini akan menurunkan tegangan listrik PLN (220V AC) ke 12V DC dengan rectifier, yang lalu digunakan untuk mengisi batere sekaligus memasok daya ke inverter yang kemudian memberikan tegangan 220V AC pada peralatan yang terhubung ke UPS. Dengan demikian rectifier dan inverter selalu bekerja, tidak hanya saat listrik padam saja seperti tipe UPS lainnya. Akibatnya selain mahal, UPS ini juga cenderung lebih panas sehingga memerlukan pendinginan yang cukup. Delta conversion (UPS yang juga memperbaiki power factor sehingga lebih efisien) termasuk dalam kategori online UPS.

Gambar dari Wikipedia
Kini sebagian besar UPS dilengkapi dengan surge protector untuk jaringan telepon. Bentuknya berupa dua colokan kabel telepon dibagian belakang UPS. Gunanya untuk menahan lonjakan listrik dari jaringan kabel telepon akibat induksi petir.
Beberapa UPS juga dilengkapi dengan konektor RS-232(serial port) untuk dikoneksikan dengan komputer yang dilindunginya, sehingga saat listrik padam, dengan bantuan software khusus, komputer dapat secara otomatis men-save semua pekerjaan, lalu juga otomatis shutdown dengan aman.
 
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan UPS:
  • UPS hanyalah alat pengganti pasokan listrik untuk sementara. Fungsinya hanya memberi Anda waktu untuk menyimpan pekerjaan dan mematikan komputer. Biasanya UPS hanya mampu bertahan selama 15 - 30 menit sebelum baterenya habis. Dan semakin tua usia batere, makin berkurang juga daya tahannya.
  • Jangan menghubungkan peralatan listrik dengan total daya lebih besar dari kapasitas UPS. Kelebihan beban dapat merusak UPS.
  • Jangan menghubungkan peralatan listrik yang menarik daya sangat besar waktu start, seperti printer laser, meski total dayanya masih lebih kecil dari kapasitas UPS. Saya sudah pernah melihat UPS berasap karena overload akibat printer laser.
  • Jika tidak disebutkan pada buku petunjuknya, jangan mengganti/menambah batere kering dalam UPS dengan aki mobil. Selain tegangan yang sedikit berbeda, cara mengisi (charge) batere kering dan aki mobil juga berbeda.
  • Pasang rangkaian surge protector pada input UPS (antara jaringan listrik PLN dan UPS), bukan pada output, karena dapat membuat batere UPS lebih cepat habis atau membuat UPS shutdown/mati.
  • Saat mengetes UPS, usahakan untuk mematikan listrik dari circuit breaker atau meter PLN, jangan mencabut steker. Dengan mencabut steker UPS, maka sambungan ground menjadi hilang, sesuatu yang kurang baik untuk peralatan elektronik sesensitif komputer.
  • Beberapa tipe UPS mengisi batere saat on. Beberapa lainnya justru saat off. Sehingga jika pasokan listrik dimatikan setelah UPS off, ada tipe UPS yang justru tidak dapat mengisi baterenya. Ini saya temui pada sebuah kantor yang selalu mematikan listrik dari circuit breaker sepulang kerja. Setelah beberapa hari, UPS menjadi tidak berfungsi, dan setelah beberapa minggu, semua UPS (baru) sudah rusak baterenya karena tidak pernah terisi dengan baik.
Sekedar info: Ada trik menarik dari beberapa rekan dan berbagai sumber, selain untuk melindungi komputer, UPS juga bermanfaat untuk TV Plasma dan LCD yang sensitif dengan fluktuasi tegangan, pompa akuarium (terutama untuk jenis ikan yang harus mendapat pasokan oksigen dari gelembung udara secara kontinyu untuk bertahan hidup), dan telepon cordless. Telepon cordless biasanya menggunakan adaptor untuk memasok daya pada base station/charger, dan saat listrik padam, telepon cordless juga tidak dapat digunakan. Dengan menyambungkan adaptor cordless ke UPS, saat listrik padam Anda tetap dapat menelepon 123 untuk complain ke PLN. :-)
Sumber:
EveryJoe: How to use UPS (Rico Mossesgeld)

2 komentar:

  1. apakah UPS bisa saya gunakan untuk TV, home theater, alat2 listrik berdaya rendah lainnya. Lalu apakah UPS bisa bermanfaat mengurangi beban listrik rumah saya, jika saya gunakan untuk alat2 elektronik berdaya rendah

    BalasHapus
  2. bisa enggak gan satu UPS digunakan untuk 2 komputer sekaligus? need help:)

    BalasHapus