Sabtu, 22 Januari 2011

Windows Registry

Jika kita sudah memakai OS Windows untuk beberapa lama, kita akan beberapa kali mendengar istilah Windows Registry. Makanan apa pula ini? Dan dalam Windows sendiri justru hampir tidak ada cara mudah untuk "melihat" Registry sehingga ia menjadi sesuatu yang misterius.
 
Apa itu Registry? Bagaimana bentuknya?
Secara sederhana Windows Registry adalah sebuah database dimana OS Windows menyimpan atau mengingat berbagai macam hal seperti setting dari semua program terinstall, info driver, setting windows sendiri, dsb.
Registry mulai ada sejak Windows 3.1 namun saat itu belum banyak dimanfaatkan. Seiring perkembangan OS Windows, peran Registry menjadi semakin penting.
Sebelum ada registry, berbagai catatan dan informasi itu disimpan dalam file-file yang tersebar diseantero harddisk, sehingga sulit dicari dan tidak dapat digunakan oleh beberapa pengguna (multi user). Windows Registry "menyatukan" seluruh informasi itu dalam satu tempat.
 
Ada tujuh Root Key atau folder utama dalam Registry:
  • HKEY_LOCAL_MACHINE atau HKLM
  • HKEY_CURRENT_CONFIG atau HKCC (Windows 9x/ME dan Windows turunan dari versi NT)
  • HKEY_CLASSES_ROOT atau HKCR
  • HKEY_CURRENT_USER atau HKCU
  • HKEY_USERS atau HKU
  • HKEY_PERFORMANCE_DATA (Windows turunan dari versi NT, tapi tak terlihat dalam Registry Editor)
  • HKEY_DYN_DATA (Windows 9x/ME)
Setiap Root Key memiliki banyak subkey, yang didalamnya juga mengandung beberapa subkey, dst.
Masing-masing subkey dapat menyimpan satu atau beberapa entry berupa pasangan nama dan data (misal: XPos=0xfffffffe, XPos adalah nama, 0xfffffffe adalah data)
 
Dimana Registry disimpan? Bagaimana cara backupnya?
Meski Windows Registry menyatukan seluruh informasi OS, (anehnya) secara fisik ia tidak disimpan dalam satu file utuh, namun tersebar di beberapa tempat dengan bermacam nama file, tergantung versi Windowsnya. misalnya untuk Vista, HKEY_CURRENT_USER disimpan di  C:\Windows\System32\Config sementara beberapa file lainnya ada di folder masing-masing User.
Maka untuk membackup Registry, sebaiknya jangan dilakukan secara manual. Gunakan fasilitas System Restore yang telah disediakan Windows sendiri, atau untuk Windows Vista/ 7 gunakan Windows Recovery Environment.
 
Bagaimana cara mengubah Registry?
Perhatian: Windows Registry menyimpan informasi yang dibutuhkan Windows, sehingga jika informasi ini diubah dengan sembarangan, bisa jadi Windows tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, atau bahkan lebih parah lagi.
Jika Anda memang berniat mengubah Registry, maka tekan tombol Windows+R lalu ketik "regedit" (tanpa tanda petik) dan tekan enter.
Mengubah atau mengkutak-katik Registry memang terkadang menjadi satu-satunya pilihan untuk mengubah setting Windows yang tersembunyi atau menghapus tuntas virus yang bercokol dalam sistem.
Untuk menghindari kesalahan ketik, website yang memuat cara mengkutak-katik Windows Registry biasanya memberikan file dengan extension .reg. File-file ini jika dijalankan akan mengubah/menambah entry Registry sesuai isi file itu. Sebaiknya bukalah file tersebut terlebih dahulu dengan text editor (Notepad) untuk meyakinkan bahwa isinya memang seperti yang Anda kehendaki.
 
Registry Cleaner dan Registry Defrag
Dewasa ini ada banyak sekali program yang menawarkan untuk "membersihkan" Registry, baik yang gratis maupun harus bayar. Memang jika kita sering menginstall dan uninstall program atau mengkutak-katik sistem, akan ada beberapa bagian Registry yang menjadi tidak terpakai lagi. Atau mungkin ada subkey yang menjadi tidak tepat lagi sehingga membuat sistem bertingkah aneh.
Namun ternyata tidak semua program (atau website) yang menawarkan Registry Cleaner benar-benar mampu mewujudkan janji-janjinya. Membersihkan Registry biasanya hanya akan menghapus beberapa hingga puluhan entry saja dari ribuan entry Registry sehingga tidak akan membuat komputer Anda jadi secepat superman terbang. Salah-salah malah ada entry penting yang terhapus. Ini belum memperhitungkan kemungkinan bahwa program dari vendor yang tidak jelas itu ternyata berisi virus (Blogger ahli Windows Ed Bott bahkan punya pendapat yang keras tentang program-program seperti ini).
Men-defrag file-file Registry bisa saja sedikit membantu, namun perlu diketahui bahwa saat Windows mulai berjalan, Registry akan dimuat ke memori (RAM) sehingga sistem hanya satu kali saja mengakses file-file Registry dalam harddisk selama komputer belum restart. Jadi manfaat defrag registry sangat minim.
Kesimpulannya: sebelum menjalankan program Registry Cleaner / Defragger tertentu, carilah informasi terlebih dahulu tentang program itu dengan lengkap.
 
Sumber:
Ed Bott's Window Expertise: Why I don’t use registry cleaners (Ed Bott)
Wikipedia: Windows Registry
Wikipedia: Registry Cleaner

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar