Sabtu, 12 November 2011

Perangi virus, matikan Autorun

 
Security Intelligence Report terakhir dari Microsoft menyatakan bahwa hampir 45% malware memerlukan interaksi dengan pengguna dalam penyebarannya, seperti membuka link atau file, mengklik OK tanpa membaca isi saat ada peringatan dari OS atau anti-virus, dsb.

SIR merupakan laporan dua kali setahun yang dibuat Microsoft berdasarkan data dari fitur Windows Malicious Software Removal Tool yang berjalan di komputer Windows dari segala penjuru dunia.
 
Jadi sebetulnya hanya dengan berhati-hati saat menggunakan komputer, tidak sembarangan membuka link internet atau file, membaca isi peringatan sebelum mengklik OK, dll. maka hampir separuh malware sudah tidak berkutik.

Yang perlu disimak lagi dari laporan ini adalah 43% dari penularan malware itu memanfaatkan fasilitas AutoRun Windows. AutoRun adalah fasilitas dari Windows dimana jika kita mengkoneksikan media/jaringan yang memiliki file autorun.inf, maka semua perintah didalam file tersebut akan secara otomatis dijalankan tanpa pandang bulu.
Fasilitas ini sebetulnya berguna misalnya untuk menginstall driver dari modem USB, kita tidak perlu repot-repot mencari file instalasi lalu menjalankannya. Tinggal colok modemnya dan driver langsung terinstall otomatis.
Namun dalam perkembangannya fasilitas ini lalu disalahgunakan oleh para pembuat virus dengan menginfeksi media eksternal seperti flashdisk, lalu membuat file autorun.inf yang berisi perintah untuk menjalankan virus. Jadi begitu flashdisk dicolokkan ke port USB komputer, virus langsung berjalan dan menular dari flashdisk ke komputer.

Dulu saya sempat menulis tentang cara mematikan AutoRun dengan menekan Shift (bikin repot) atau dengan cara mengedit registry (rumit dan beresiko tinggi)
Ternyata saat ini sudah ada cara yang mudah untuk mematikan AutoRun dengan mudah, yaitu dengan Disable AutoRun atau Panda USB Vaccine. Anda tinggal download tool tersebut, jalankan dan selesai. Komputer Anda tidak lagi dapat menjalankan AutoRun dari media manapun, baik CD, flashdisk, maupun dari network.

Dan hal lain yang juga menarik dari laporan diatas, Windows XP SP3 sepuluh kali lebih sering terinfeksi malware ketimbang Windows 7 (32 maupun 64bit). Jadi jika Anda saat ini masih menggunakan Windows XP dan sering dipusingkan masalah virus, pertimbangkanlah untuk bermigrasi ke Windows 7.

Atau jika ingin menghilangkan masalah virus secara (hampir) total, jangan gunakan Windows. :)


Sumber: 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar