Sabtu, 20 September 2008

Virus dimana-mana.

Saya sempat kesal saat ada klien saya yang menelepon dan mengatakan komputernya terkena virus. Sebab, baru kemarin komputer tersebut diformat dan diinstall ulang. Setelah dicek, yang dimaksud klien saya adalah flashdisk yang dimilikinya tertular virus dari komputer rekannya, lalu saat diakses dengan komputernya, program anti-virus langsung mendeteksi virus tersebut. Yang membuat saya kesal adalah ternyata virus komputer kini sudah begitu tersebar dan begitu mudah menular.
Tetapi ternyata pengalaman itu bukan hal yang luar biasa.
Setelah kejadian itu saya bertanya kepada rekan-rekan IT, berapa lama komputer klien mereka 'bersentuhan' dengan virus setelah dipastikan kebersihannya. Jawaban mereka berkisar dari kurang dari lima menit hingga beberapa minggu, tergantung banyak faktor.

Faktor yang paling menentukan selain akses internet, adalah kebiasaan tukar-menukar flashdisk.
Ternyata saat ini metode penularan virus nomor satu adalah flashdisk. Kemudahan bertukar data dengan USB thumbdrive yang populer disebut flashdisk ini rupanya menarik bagi pembuat virus untuk menyalah-gunakannya. Agar setidaknya virus sukar menulari komputer kita, ada baiknya tips berikut disimak.

1. Pastikan hidden files dan file-extension ditampilkan.
Virus yang menular melalui flashdisk biasanya akan mengubah file dan folder asli dalam flashdisk menjadi ber-atribut hidden lalu membuat file virus dengan nama yang sama dengan extension .exe dengan icon yang sama dengan file asli. Setting default dari Windows adalah menyembunyikan file dengan atribut hidden dan tidak menampilkan file-extension. Dengan demikian file/folder asli tidak tampak dan hanya file virus dengan nama dan icon yang sama yang terlihat. Sebetulnya file virus ini ber-extension .exe, tetapi tidak diperlihatkan oleh Windows. Misalnya file aslinya adalah "Surat.doc", maka file virus akan bernama "Surat.doc.exe", tetapi akan tampil sebagai "Surat.doc" saja, sama persis dengan aslinya. Akibatnya saat hendak membuka file itu, tanpa sadar kita meng-klik file virus dan menjalankannya, hingga komputer kita tertular virus itu. Untuk menutupi jejaknya, biasanya virus tetap membuka file asli agar kita tidak curiga.

Untuk Windows XP, bukalah My Computer lalu buka menu Tools >> Folder Options... dan pilih Tab View. Pastikan "Show hidden files and folders" terpilih dan tidak ada centang didepan "Hide extensions for known file types" lalu klik OK.
Jika dalam flashdisk Anda mendapati file ber-extension ganda seperti diatas dengan file hidden dengan nama yang sama, berhati-hatilah.

2. Tekan tombol SHIFT saat memasukkan flashdisk di port USB, lalu scan dengan program anti-virus.
Jika ada removable media (CD, DVD, flashdisk, dll) yang tersambung dengan komputer, Windows akan mencari file "autorun.inf" dalam media itu. Jika ada, Windows akan melaksanakan semua perintah didalam file tersebut. Ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna dimana program langsung berjalan tanpa perlu mencari-cari lagi mana file yang harus diklik. Celakanya ini disalah-gunakan oleh pembuat virus dengan membuat file "autorun.inf" yang menjalankan virusnya. Jadi begitu flasdisk dicolokkan pada USB, virus langsung menular.

Jika Anda menekan SHIFT saat memasukkan flashdisk pada port USB, Windows tidak akan mencari dan melaksanakan file "autorun.inf". Lalu untuk memastikan, scan isi flashdisk itu dengan anti-virus yang sudah di-update.

Sebetulnya proteksi seperti "write-protect" pada disket lama dapat sangat membantu saat harus memindahkan data ke komputer yang diragukan kebersihannya. Sayangnya saat ini sudah tidak ada lagi produk flashdisk yang menyertakan proteksi seperti ini.
Saya mengakalinya dengan membeli sebuah SD-card dan card-reader kecil yang langsung dicolokkan ke port USB. SD-card memiliki sebuah tab "Lock" yang berfungsi sama, yaitu mencegah isinya ditambah, diubah atau dihapus jika ditaruh di posisi "Lock". SD-card itu masuk sepenuhnya dalam card-reader yang kemudian berbentuk seperti flashdisk yang besar.
Dengan demikian, saya tidak lagi kuatir tertular saat memasukkan "flashdisk" itu ke komputer yang jelas-jelas bervirus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar