Sabtu, 06 September 2008

Flash Memory

Saat ini, siapa yang tidak mengenal flashdisk / USB thumbdrive, memory card SD/MMC, dsb.
Semua media penyimpan data ini menggunakan teknologi flash. Berbeda dengan harddisk yang menyimpan data dalam bentuk jejak magetik pada piringan aluminium yang berputar, atau CD/DVD yang berupa lubang-lubang mikroskopis pada piringan, Flash Memory tidak memiliki bagian yang bergerak, atau istilah kerennya solid-state. Ini berarti Flash Memori tidak mudah rusak oleh benturan atau goresan.


Saat ini ukuran flash memory menjadi semakin berlipat ganda sementara harganya semakin anjlok. (Beberapa tahun lalu saya membeli flashdisk tanpa merk 128 MB (!) seharga Rp.155.000,- yang saat itu terasa murah. Bandingkan dengan kapasitas dan harga flashdisk bermerk saat ini.). Kepopuleran Flash Memory boleh dibilang membuat diskette 3 1/2" menjadi 'punah'.

Tetapi dibalik keunggulan teknologi ini, ada satu sisi yang sering dilupakan orang. Flash Memory memiliki umur yang terbatas. Tergantung merk dan kualitas, Flash Memory tahan ditulis 10.000 sampai 100.000 kali. Beberapa tipe mengklaim lebih dari itu.
Ini adalah umur tulis, jadi sekali data ditulis, Anda bebas membaca data itu tanpa mempengaruhi umur. Yang terbatas adalah berapa kali Anda mengubah data di tempat/sektor yang sama.
Untuk mengatasinya, hampir semua Flash Memory kini memiliki metode 'wear-leveling' dimana meski seolah Anda menulis berkali-kali ditempat yang sama, secara otomatis Flash Memory menggeser posisi data itu, sehingga semua tempat dalam Flash Memory bergantian terpakai dan umur Flash Memory secara keseluruhan menjadi lebih panjang.

Bagi Anda yang menggunakan flashdisk atau memory card sebagai pengganti disket untuk bertukar data, umur ini biasanya cukup panjang sehingga dapat diabaikan. Sebagai gambaran, untuk flashdisk berkapasitas 1GB, Anda harus menulis total 100.000 x 1GB = 100.000GB (seratus TerraByte!) kedalamnya sebelum flashdisk itu rusak. Seluruh data saya saja tidak sampai seperseratus angka itu.

Yang menjadi masalah adalah jika sebuah laptop UMPC (Ultra-Mobile Personal Computer, laptop super mini seperti Asus EEE atau Acer Aspire One) yang menggunakan Flash Memory sebagai ganti harddisk namun masih menggunakan swap-file (disebut juga page file atau virtual memory) yang besar.
Operating System biasanya mensyaratkan memori (RAM) yang cukup besar agar dapat berjalan maksimal. Namun karena (dulu) harga RAM masih mahal, sebagian dari memori itu bisa digantikan oleh sebuah file atau partisi di harddisk. Windows menggunakan file hidden 'pagefile.sys' , di Ubuntu Linux berupa partisi bernama 'Swap'. Untuk sistem yang sedang bekerja keras, swap-file ini akan sering dibaca-tulis.
Untuk harddisk, tidak masalah berapa (ribu) kali file atau partisi itu hendak dibaca-tulis. Namun masalah mulai muncul jika swap-file diletakkan pada sebuah Flash Memory. Proses tulis swap-file yang terkadang mencapai beberapa kali dalam sedetik bisa saja memperpendek umur Flash Memory secara signifikan.

Jadi jika Anda menggunakan laptop UMPC dengan Flash Memory sebagai ganti harddisk, kurangilah ukuran swap-file seperlunya saja, atau bahkan jika RAM Anda sudah mencapai 1GB keatas, hilangkan sama sekali. Mungkin saja komputer jadi agak lambat, tetapi setidaknya awet. Keuntungan lain, akan ada tambahan tempat untuk data Anda.

(Updated) Seorang rekan berkomentar: bukankah harga Flash Memory semakin murah? Apa salahnya menggantinya setiap jangka waktu tertentu? Bahkan mungkin saja saat itu kapasitas yang lebih besar dan lebih cepat sudah tersedia dengan harga terjangkau.
Argumen ini ada benarnya, asalkan Anda tidak berkeberatan setiap kali membongkar laptop dan mengeluarkan dana extra untuk itu. Juga siapkanlah recovery disc agar menghemat waktu install ulang seluruh sistem dan pastikan data selalu dibackup.

(Updated again) Beberapa UMPC menyediakan port SD/MMC lebih dari satu. Ini dapat dimanfaatkan untuk memindahkan swap-file ke sebuah memory card yang di'korban'kan agar Flash Memory internal tetap awet, sementara kita tetap mendapat manfaat dari swap-file.
Dengan dua port, satu memory card dapat dipasang permanen sementara kita dapat mengakses memory card lain dengan bebas pada port satunya lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar