Sabtu, 30 Agustus 2008

Shutdown, standby, hybernate, log off

Salah seorang teman lama kemarin bertanya pada saya bedanya shutdown dan standby.
Meskipun tampaknya sederhana, tidak semua pengguna komputer mengerti perbedaan cara mematikan komputer.



Shutdown: Ini pilihan paling standart. Semua program dan service yang aktif akan diakhiri, lalu komputer akan langsung mematikan power.

Standby: Disini komputer akan 'tidur' dengan mematikan layar monitor dan harddisk sehingga konsumsi listrik menjadi sangat kecil. Saat komputer hendak digunakan lagi, komputer langsung 'bangun' kembali ke kondisi semula sebelum standby. Dengan cara ini proses booting yang lama dapat dihindari, tetapi perlu diingat, terutama untuk pengguna laptop, cara ini masih menggunakan sedikit listrik, sehingga daya dari baterai tetap diperlukan.
Jika terjadi listrik mati saat standby sementara ada data yang belum di-save, data itu akan hilang.

Hybernate: Mirip dengan standby, tetapi sebelumnya semua isi memori (RAM) akan ditulis ke harddisk, lalu komputer dimatikan. Start komputer lebih lama dibanding standby, tetapi masih lebih cepat dibanding booting biasa.
Cara ini tidak memerlukan listrik saat komputer sedang hybernate, sehingga Anda dapat mencabut kabel listrik dan/atau mencopot baterai laptop jika perlu. Namun cara ini memerlukan tempat kosong dalam harddisk kira-kira sebesar memori (RAM) Anda. Tidak menguntungkan jika harddisk Anda sudah penuh sesak.
Jika laptop Anda dapat menggunakan hybernate, gunakan pilihan ini untuk kondisi baterai habis. Dengan demikian tidak ada data yang hilang meskipun laptop Anda mendadak 'pingsan' kehabisan tenaga.
Catatan untuk UMPC: laptop UMPC (Ultra-Mobile Personal Computer, laptop super mini seperti Asus EEE atau Acer Aspire One) yang tidak menggunakan harddisk melainkan Flash Memory, biasanya memiliki ruang kosong yang terbatas, dan proses baca-tulis isi memori yang besar setiap kali hybernate dapat mengurangi umur Flash Memory, sehingga hybernate tidak saya anjurkan untuk UMPC.

Log off: pilihan ini digunakan saat komputer hendak digunakan oleh user lain. Komputer tetap hidup, namun pemakai berikutnya harus memilih username (dan password jika diperlukan). Ini biasanya digunakan pada komputer dengan banyak pemakai.

Untuk pilihan Standby dan Hybernate, perlu diingat bahwa komputer tidak mengalami booting, sehingga rentan dengan apa yang disebut 'memory leak'. Beberapa program yang kurang sempurna akan meminta jatah 'kapling' memori pada Operating System, namun saat mengembalikan, tidak semua kapling tadi dikembalikan, sehingga bagian kecil yang tertinggal tadi oleh OS dianggap masih dipakai. Jika proses ini berulang berkali-kali, lama kelamaan memori akan 'penuh' dan komputer jadi berjalan lambat. Cara paling mudah dan efektif untuk me-reset memori adalah booting atau mematikan dan menyalakan kembali komputer sehingga semua memori dikosongkan kembali.

Jadi jika setelah beberapa hari atau minggu ber-hybernate ria, sempatkanlah mem-booting komputer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar