Sabtu, 02 Agustus 2008

Komputer second, bagai membeli kucing dalam karung

Disaat komputer Pentium 3 masih mahal, saya pernah melihat sendiri sebuah komputer P3 bekas yang didalamnya ternyata komputer P2. Komputer itu milik kenalan dari rekan saya, yang karena lambat lalu dibongkar oleh rekan saya itu. Tulisan waktu booting adalah Pentium III, tetapi setelah dicek dengan software, processor yang terpasang adalah P2. Waktu chip processor dibuka, tampak tulisan P3, namun tulisan itu berada pada sebuah plat aluminium yang dilem pada processor, menutupi tulisan asli P2. Belum lagi harddisk yang dibilang baru, padahal harddisk dengan kapasitas itu sudah tidak diproduksi lagi selama dua tahun.



Bagi banyak orang, memiliki komputer kini sudah menjadi keharusan. Tuntutan pekerjaan, komunikasi, pendidikan anak, sampai hiburan membuat komputer bukan lagi barang aneh dalam sebuah rumah tangga. Namun harga komputer yang relatif mahal dan keterbatasan ekonomi membuat semakin banyak orang melirik komputer bekas atau second. Meski biasanya teknologinya sedikit tertinggal dan hanya bergaransi sekedarnya, alternatif ini cukup menarik untuk dipertimbangkan.
Namun kini muncul beberapa oknum yang tidak bertanggung-jawab yang memberikan citra buruk bagi para penjual komputer bekas. Oknum-oknum ini seringkali menjual barang yang tidak sesuai spesifikasi atau refurbish (barang rusak diperbaiki lalu dijual sebagai baru) dengan memanfaatkan ketidak-tahuan pembeli tentang jargon atau istilah komputer yang memang amat banyak dan terus bertambah seiring semakin canggihnya teknologi komputer itu sendiri.
Tentu saja masih sangat banyak penjual komputer bekas yang jujur dan bertanggung-jawab. Namun agar tidak sampai membeli kucing dalam karung, beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu.

Tentukan kebutuhan Anda.
Semakin canggih sebuah komputer, semakin banyak pula yang mampu dilakukannya dengan lebih baik. Konsekuensinya, harganya juga lebih mahal. Tentukan kebutuhan utama komputer Anda, apakah untuk pekerjaan kantor (mengetik, buat tabel, email), multimedia/entertainment (musik, video, tv, game), pekerjaan grafis (editing video, modelling & rendering) atau kebutuhan lainnya. Perhatikan juga kemungkinan bertambahnya kebutuhan dimasa yang akan datang.

Carilah penjual yang cukup dipercaya dan telah terbukti.
Hindarkan membeli dari 'adik dari kakeknya oomnya istrinya tetangga teman saya sendiri' yang tidak jelas asal-usulnya.

Mintalah garansi.
Minimal ada waktu sewajarnya untuk mencoba barang yang Anda beli, lalu ada kesempatan untuk mengajukan komplain seandainya timbul masalah.

Carilah 'second opinion'
Pendapat yang netral dari rekan atau orang yang Anda percaya dan mengerti spesifikasi komputer adalah bantuan yang sangat penting.

Bekali diri Anda dengan pengetahuan dasar tentang komputer.
Apa beda Core 2 Duo dengan Celeron? Apa itu Intel Centrino? Apa beda AMD dengan Intel? Kenapa DVD combo lebih murah dibanding DVD-RW? Ketidak-tahuan atas hal-hal ini bisa dimanfaatkan penjual yang tidak jujur untuk menjerumuskan pembeli.

Ketahuilah komponen apa yang biasanya paling sering rusak.
Jika pada inspeksi awal tampaknya semua baik-baik saja, mengetahui komponen yang diperkirakan paling sering rusak (beserta gejala awal dan perkiraan harga gantinya) sangat membantu untuk menentukan pilihan.
Untuk pemakaian normal, RAM sangat jarang rusak, sementara harddisk sangatlah rentan terhadap benturan, sedangkan untuk daerah dengan voltase listrik yang naik-turun, hampir semua komponen dapat terpengaruh, tetapi biasanya Power Supply Unit yang pertama menjadi 'korban'.
Khusus untuk laptop, perhatikan baterainya, berapa lama (dalam menit atau jam) ia mampu menyalakan laptop tersebut sebelum 'pingsan kecapekan' dan minta dicharge.
Untuk laptop dan LCD monitor, buat layar menampilkan hanya warna hitam saja dan cari titik yang tidak hitam, lalu ulangi dengan warna putih saja. Jika ada waktu, ulangi lagi dengan warna merah, hijau dan biru. Jika ada titik yang tidak mampu menampilkan warna seperti yang seharusnya, ini disebut 'dead pixel' dan biasanya tidak dapat diperbaiki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar