Sabtu, 28 November 2009

IP static vs IP dynamic + blokir OpenDNS nyasar

Secara singkat, jika sebuah komputer selalu memiliki IP Address yang sama setiap kali dinyalakan, ia menggunakan IP Address static. Jika selalu berubah, ia menggunakan IP Address dynamic, yang biasanya diatur dengan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).



Seperti halnya dalam jaringan LAN, dalam internet setiap komputer (atau router) harus memiliki IP Address yang ditentukan oleh ISP (Internet Service Provider) sebagai nomor identitas komputer Anda dalam jaringan internet.
Saat Anda menyalakan modem untuk koneksi internet melalui ISP, Anda akan diberikan IP static atau IP dynamic. Karena jumlah IP Address dalam internet terbatas, maka sebagian besar pelanggan hanya diberi IP dynamic. Hanya pelanggan yang memang meminta fasilitas IP static yang mendapatkannya.

Disini IP dynamic berarti sejumlah IP dirotasikan pada para pelanggan yang jumlahnya cukup banyak. Saat satu pelanggan selesai menggunakan sebuah IP Address dan memutuskan hubungan, IP Address itu kemudian dapat dipakai oleh pelanggan berikutnya. Dengan demikian ISP tidak perlu mempunyai IP Address sebanyak jumlah pelanggannya, sehingga "sumber daya" IP Address yang terbatas dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang.
Sementara IP static berarti satu pelanggan mendapatkan satu IP Address yang melekat padanya. Ini biasanya berguna agar DNS server dapat mengetahui dialamat mana sebuah server tertentu berada. Biasanya hanya pelanggan yang memiliki server yang memerlukan IP static, karena fitur ini akan menambah biaya langganan ISP.

Jika kita pengguna internet biasa yang hanya mengakses data dari internet dan tidak memiliki server, maka IP dynamic yang lebih murah tentu saja sudah cukup. Namun jika Anda menggunakan OpenDNS, maka terkadang IP dynamic dapat membuat beberapa alamat website diblokir tanpa kita minta.
Sebetulnya yang terjadi adalah ada orang pada ISP yang sama dengan Anda memblokir beberapa website (dengan alasan tertentu) pada jaringannya dengan menggunakan fasilitas pada OpenDNS. Sampai disini masih belum ada masalah.
Namun gobloknya orang tadi tidak menyadari bahwa jika ia berlangganan internet dengan IP dynamic, ia seharusnya menginstall program OpenDNS client dalam komputer atau mengaktifkan fitur itu di routernya. Sebab jika tidak, OpenDNS akan mengenalinya dari IP Address komputernya.
Dengan demikian, saat ia mematikan modem lalu menyalakannya kembali, IP Address-nya berubah dan semua blokirnya jadi tak berguna lagi.
Dan kebetulan saat kita mengkoneksikan modem kita ke ISP, kita mendapat IP Address yang tadi dipakai orang tadi. Dan karena kita juga menggunakan OpenDNS, OpenDNS mengira kita adalah orang tadi yang meminta website tertentu diblokir. Akibatnya kita tak dapat mengakses website-website tersebut, dan hanya mendapatkan halaman blokir dari OpenDNS.

Untuk mengobati blokir nyasar ini, kita tinggal mematikan lalu menyalakan modem kita kembali untuk mendapatkan IP Address baru. Namun semoga orang-orang yang main blokir sembarangan itu membaca blog ini dan menyadari bahwa ia harusnya menginstall program OpenDNS client dalam komputernya atau mengaktifkannya pada routernya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar