Sabtu, 14 November 2009

Alamat website non-latin

Baru-baru ini ICANN (badan yang mengatur nama domain / website seluruh dunia) mengumumkan bahwa mulai 15 Oktober 2009 alamat website kini dapat menggunakan aksara non-latin, tidak hanya di nama website, tapi juga top-level-domain. Kita tidak lagi dibatasi oleh .com, .net, .org, .edu, .gov, co.id, or.id, dll., dan sebentar lagi mungkin akan muncul website http://好吃的面包.测试 atau http://مثال.إختبار. Bahasa dengan penulisan dari kanan ke kiri seperti bahasa Arab juga dapat digunakan (Sebetulnya karakter non-latin sudah lama dapat digunakan sebagai nama website, namun top-level domain tetap harus karakter latin, misalnya http://好吃的面包.net).

Ini tentu merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang menggunakan bahasa dengan karakter non-latin seperti bahasa Jepang, Korea, Tamil, Vietnam, dll. Mereka tidak lagi harus me-latin-kan bahasa mereka jika hendak mencari website, yang bisa jadi merupakan langkah yang rentan dengan kesalahan. Saat ini satu milyar orang terkoneksi melalui internet, yang berarti lima milyar orang lainnya tidak. Langkah ini diharapkan dapat merobohkan satu lagi tembok pembatas antara pengguna dan internet, dan Internet akan semakin menjadi betul-betul "International Net"

Namun seperti biasa semua hal baru akan membawa konsekuensi tersendiri. Langkah ICANN ini akan membuka peluang baru bagi hacker phising karena banyak karakter yang mirip. Nanti kita harus betul-betul yakin bahwa link yang kita klik adalah misalnya www.banksomad.com dan bukan www.вanksomad.com.
Belum lagi berbagai device dan program yang saat ini dipakai diseluruh dunia kebanyakan tidak siap dengan hal baru ini, sehingga bisa jadi akan bingung dan memberi hasil tak terduga atau error.

Untungnya ICANN bukanlah organisasi kemarin sore. Tanpa banyak kita ketahui, sebenarnya selama beberapa tahun terakhir ini para pakar ICANN sibuk menggodok berbagai peraturan dan protokol untuk langkah ini. Boleh dibilang saat ini struktur internet sendiri sudah mampu mendukung karakter non-latin pada top-level domain.
Meski demikian, implementasi karakter non-latin ini masih berjalan lambat, dan masih banyak perdebatan yang berlangsung. Saat ini top-level domain non-latin masih dalam tahap uji-coba. Pendaftaran website dengan aksara non-latin pada top level domain diperkirakan akan dapat dimulai akhir tahun ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar