Sabtu, 28 Juni 2008

Krisis Listrik

Akhir-akhir ini krisis listrik melanda negeri yang konon gemah-ripah loh-jinawi ini. Bagi orang-orang yang membutuhkan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, ini sangat-sangat mengganggu produktivitas.

Untuk mensiasati tidak adanya listrik saat pemadaman (yang terjadwal maupun yang 'terpaksa'), beberapa orang bergantung pada portable generator atau biasa disebut gen-set. Tapi setelah berkonsultasi pada beberapa pakar IT, sebagian dari mereka menyatakan bahwa listrik dari gen-set tidak 'sehat' bagi komputer.
Voltase listrik gen-set mudah berfluktuasi jika beban berubah atau jika motor mengalami gangguan. Selain itu ada juga gen-set yang frekuensi listriknya ternyata jauh dari 50 Hz standar PLN.
Bagian yang mudah rusak karena listrik gen-set meliputi UPS, Power Supply Unit, sampai ke harddisk.
Jika yang rusak 'hanya' Power Supply, harga penggantinya tidak terlalu mahal. Tapi bayangkan kalau yang rusak harddisk Anda, sementara data didalamnya belum di-backup?
Jika terpaksa menggunakan gen-set untuk memasok listrik bagi komputer, gunakan gen-set berkapasitas besar, jauh melebihi kebutuhan listrik Anda, sehingga setidaknya perubahan beban tidak akan mengakibatkan fluktuasi voltase terlalu besar. Power Supply komputer memiliki range 180 V sampai 265 V, nominal 230 V. Juga pastikan frekuensi listriknya tidak terlalu jauh dari 50 Hz.


Saya sendiri punya kiat agar tetap dapat bekerja saat listrik padam. Ini bukan cara yang efektif karena hanya bersifat sementara saja.
Ketika listrik padam, saya menggunakan laptop dengan charger menancap pada UPS.
Jika UPS dibebani komputer desktop, maka ia hanya mampu bertahan selama 5-15 menit saja. Tetapi karena beban listrik laptop jauh lebih kecil, UPS saya dapat bertahan sampai 1-2 jam. Saat UPS akhirnya 'pingsan' kehabisan batere, secara otomatis laptop akan menggunakan batere internalnya, yang dapat bertahan sekitar 2 jam. Total, saya bisa bekerja selama sekitar 4 jam tanpa listrik.
Agar dapat bertahan lebih lama, saya mematikan semua fasilitas yang tidak digunakan (WiFi, bluetooth, touchpad, speaker) dan mengatur layar segelap mungkin yang masih nyaman untuk bekerja.

Jika sampai semua batere habis listrik belum menyala, saya akan pergi ke hotspot favorit saya lalu berinternet-ria sambil mengisi batere laptop... :-)

Bagaimana cara Anda? Silakan isi komentar dengan cara Anda mensiasati listrik padam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar