Sabtu, 05 Juli 2008

Memilih Password

Seorang rekan saya antara kesal dan geli bercerita tentang kliennya.
Sebuah perusahaan dengan rutin melakukan backup yang dienkripsi agar hanya dapat dibuka oleh yang berhak saja. Suatu saat, server perusahaan itu mengalami gangguan dan manager perusahaan itu memanggil rekan saya ini untuk memperbaiki. Karena harddisk server rusak, maka seluruh data harus diambil dari backup. Tapi ternyata sang manager, satu-satunya orang yang tahu password backup itu, lupa apa passwordnya.
Rekan saya tertawa geli saat menceritakan sang manager duduk didepan komputer selama setengah jam lebih menggaruk-garuk kepalanya berusaha mengingat-ingat sambil bergumam,"Yakin yang ini deh, pasti ini..." berusaha mencoba berbagai password tanpa hasil.



Memilih password memang bagaikan buah simalakama. Terlalu mudah (tanggal lahir, nama anak atau '123' ), maka password mudah dibobol atau ditebak orang lain. Terlalu sukar (d@1a72xc98$d9cb#mz592db3o47fq47a), maka kita sendiri tidak bisa mengingatnya. Sementara tidak ada yang lebih konyol ketimbang memiliki password yang baik, tapi kita menuliskannya pada secarik kertas yang tertempel pada monitor komputer.
Beberapa orang menggunakan program Password Manager untuk mengingat passwordnya, tetapi ini juga mensyaratkan kita ingat setidaknya satu password yang melindungi password lainnya.

Pada prinsipnya password haruslah tidak dapat ditebak, tidak ada dalam kamus (hacker seringkali membobol sistem dengan mencoba semua kata yang ada dalam kamus sebagai password), namun tetap dapat dengan mudah diingat kembali.
Lebih baik lagi jika password merupakan gabungan huruf besar, huruf kecil, angka dan tanda baca (yang dapat dikenali sistem).

Agar mudah diingat, ciptakan sebuah metode pengingat Anda sendiri. Ada beberapa metode yang boleh ditiru:
1. Gunakan huruf pertama dari tiap kata pada lirik lagu/puisi/semboyan/ayat kesayangan Anda. Misalnya untuk lagu 'Potong Bebek Angsa', passwordnya adalah pbamdknmdd4k. Tentu saja jangan menyanyikannya keras-keras jika lupa. Orang lain dapat saja mendengar dan menebak metode ini jika tahu Anda menyanyikan lagu ini tiap kali masuk sistem.

2. Gunakan sesuatu yang sudah ada dan selalu ada di meja Anda. Samarkan sedikit agar tidak mudah ditebak. Misalnya gunakan nomor barcode yang masih tertempel di hiasan dimeja Anda, dimulai dari belakang.

3. Cari sebuah kata yang sangat berhubungan dengan Anda tetapi dalam bahasa atau istilah yang tidak banyak diketahui orang. Seorang penggemar catur mungkin menggunakan password 'Chaturanga' yang merupakan permainan catur pertama di India yang sudah dikenal abad ke 3 SM.

4. Jika Anda yakin akan keamanan HP Anda, simpanlah password itu secara tersamar. Misalnya sebagai huruf pertama dari tiap kata dari sebuah sms, atau cara lainnya. Jangan menyimpan secara gamblang (Misalnya ditulis sbb: Password komputer 'Qwerty') agar seandainya HP Anda dikutak-katik orang lain, password Anda tidak langsung ketahuan.

5. Tekan tombol keyboard dalam urutan tertentu dimulai dari huruf tertentu. Misal dimulai dari huruf M (huruf depan nama Anda) lalu bergerak serong ke kiri atas, huruf terakhir diulang dengan ditambah SHIFT, kemudian diulang sekali lagi disebelah kirinya: mju7&nhy6^.

Anda punya cara sendiri? Isilah komentar dibawah ini dengan ide Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar