Sabtu, 26 Juli 2008

Windows vs Linux


"Linux? Wah, saya tidak bisa cara pakainya" kata pengguna Windows.
"Windows? Buat apa beli yang mahal kalau ada yang lebih bagus?" kata pengguna Linux.

Perdebatan tentang Operating System mana yang harus dipakai seringkali menjadi berkepanjangan apalagi jika dibumbui 'fanatisme' akan OS kegemaran masing-masing.



Windows dibuat oleh Microsoft Corp. dan mulai terkenal di tahun 1990an dengan Windows 3.1 yang berlanjut hingga Windows Vista saat ini.
Linux dipelopori oleh Linus Trovald yang membuat OS yang berdasarkan sistem Unix (ia menggabungkan kata Unix dengan namanya menjadi Linux) dan memperbolehkan siapapun mengkopi, mengubah dan mendistribusikannya dengan bebas. Ini juga menjadi cikal-bakal apa yang disebut Open Souce.

Tak bisa dipungkiri, OS Windows memiliki keunggulan dimana saat ini hampir semua komputer menggunakannya, baik legal maupun bajakan. Dan jika Anda membeli laptop baru, seringkali sudah termasuk OS Windows asli, tinggal pakai.
Dominasi Windows membuat hampir semua produsen/vendor hardware memberikan driver hanya untuk Windows (Namun saat ini berbagai vendor sudah mulai melirik Linux dan membuat driver untuknya)
Dan dukungan dari hampir semua vendor software komersil ternama membuatnya tak tergantikan dalam pekerjaan yang memerlukan program seperti Adobe PhotoShop, AutoCAD, dsb. Sebuah perusahaan seringkali tak berkeberatan mengeluarkan dana lebih untuk membeli software asal ada perusahaan ternama yang memberikan support, sesuatu yang tidak dimiliki Linux yang di-support oleh komunitas, bukan perusahaan.

Namun dominasi Windows tersebut justru menjadi bumerang saat berhadapan dengan pembuat virus. Perlu diketahui tingkat kesulitan membuat virus untuk Windows kurang lebih sama dengan membuat virus untuk Linux. Jadi untuk apa bersusah-susah membuat virus untuk Linux yang penggunanya masih sedikit? Buat untuk Windows saja dan bum! seluruh dunia terinfeksi.
Akibatnya jumlah virus untuk Linux luar biasa sedikit sementara virus untuk Windows luar biasa banyak.
Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk menginstall anti virus pada sistem Linux milik klien saya, meskipun selalu terhubung ke internet dan bertukar data lewat flashdisk (media penularan favorit virus lokal) setiap harinya. Tentu keunggulan ini bisa saja berbalik jika Linux mulai mendominasi OS komputer.
Linux juga memiliki keunggulan yang sukar dikalahkan oleh Windows, yaitu gratis! Paling banter Anda hanya perlu membayar biaya copy, harga CD/DVD dan ongkos kirim. Lebih gila lagi apa yang dilakukan oleh distro Linux yang terkenal, Ubuntu, yaitu Ubuntu akan mengirim CD Linux secara gratis dimanapun di dunia jika Anda memesannya lewat internet. Tak heran Ubuntu menjadi sangat populer.
Bukan hanya OS Linux-nya yang gratis, hampir semua program atau software yang tersedia di dunia Linux juga gratis. Anda tak perlu merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli software Office, Visio atau Quicken, misalnya.
Distro-distro terbaru Linux juga tak lebih sukar digunakan dibanding Windows, meskipun tentu saja tetap berbeda.

Jadi jika Anda merupakan pengguna komputer yang tak mau repot-repot dan bersedia membayar lebih, gunakan Windows. Begitu juga jika Anda memerlukan software yang tak tersedia pada Linux untuk pekerjaan Anda. Sementara jika Anda hendak membuat sistem yang relatif murah dan 'kebal' virus, gunakan Linux.
Sebuah tips untuk Anda yang sama sekali belum pernah melihat 'makhluk' bernama Linux: copy atau mintalah Live CD Linux seperti Ubuntu, lalu boot komputer Anda dengan CD itu. Anda akan dapat bermain-main dengan Linux tanpa perlu menginstallnya di harddisk.

Jadi, yang mana pilihan Anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar