Sabtu, 30 Oktober 2010

Battery eater

Meski namanya agak "serem", program ini tidak ada hubungannya dengan "fire eater" di sirkus.
Salah satu aspek yang sering dipertimbangkan orang saat membeli laptop adalah berapa lama baterenya bisa bertahan sebelum harus dicharge lagi. Beberapa produsen memang mencantumkan daya tahan itu dalam satuan jam atau menit, namun yang tidak disebutkan adalah dalam kondisi apa daya tahan itu diukur.
Jika sebuah laptop hanya mendapat beban pekerjaan yang ringan-ringan saja, maka jelas baterenya bisa bertahan lebih lama ketimbang jika ia harus menggunakan seluruh kemampuannya untuk mengerjakan sebuah tugas dari user.
Untuk melihat sendiri seberapa daya tahan batere laptop Anda, silakan download program Battery Eater yang hanya sebesar 700kb namun mampu mensimulasi berbagai kondisi pekerjaan komputer dan mencatat berapa lama batere laptop bisa bertahan.
Saat menjalankan Battery Eater, Anda dapat memilih antara Idle (paling ringan / lama), Reader's Test atau Classic mode (dengan beban terberat). Kondisi yang disimulasikan oleh Classic mode pada penggunaan sehari-hari sangat jarang terjadi, namun ini akan mencerminkan waktu minimum yang Anda punya.
Tool ini menjadi sangat berguna saat Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli sebuah laptop bekas atau second. Setidaknya Anda dapat mengetahui dengan pasti berapa lama batere laptop itu masih dapat bertahan sebelum kehabisan napas.
Saat ini Battery Eater hanya tersedia untuk Windows 32 bit, dan sangat dianjurkan untuk menggunakan NTFS file system (FAT32 dapat menyebabkan error). Program ini juga belum dites dengan serius pada Windows 7.
Perlu diperhatikan juga bahwa Battery Eater akan membebani laptop dan batere Anda dengan cukup signifikan. Jika batere Anda memang sudah "menjelang ajal", pengetesan dengan Battery Eater bisa jadi akan "membunuh"nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar