Sabtu, 19 September 2009

Good computing practice 1: Hindari godaan di internet!

"Anti-virus saya sudah dua, kok ya masih ketularan virus sih?!" tanya seorang klien dengan nada tinggi.
Saya terdiam mencari cara untuk menjelaskan, percuma anti-virus segudang kalau ia setiap hari mencari gambar dan video esek-esek di internet dan mengklik semua gambar dan link yang menarik.



Dulu, disekitar abad 14-15 pernah ada istilah "Terra Incognita", artinya tanah yang tak diketahui. Kita baru akan tahu apa yang ada disana setelah kita sampai. Seringkali pembuat peta menaruh gambar naga disitu untuk melambangkan Terra Incognita. Para penjelajah masa itu dengan berani berkelana ke belahan dunia lain yang sama sekali tak diketahui apa isinya, entah gunung emas atau sarang naga. Seringkali yang ditemui adalah tanah yang ditemuinya ternyata begitu kaya sekaligus berbahaya.

Banyak orang yang sebelumnya tidak pernah atau jarang online di internet, namun dengan semakin mudah dan murahnya koneksi kini setiap hari selalu online. Bagi mereka, seolah mereka sudah sampai ke sebuah "Terra Incognita". Internet bagaikan tanah yang dulunya tak diketahui, yang ternyata menyimpan berbagai hal menarik dan berkilau, meski sekaligus menyimpan bahaya.
Banyak orang disekitar saya yang semula jarang menyentuh komputer, kini setiap beberapa jam meng-update status Facebooknya, menonton video dari Youtube, tertawa-tawa melihat LolCat, atau video chat dengan rekannya melalui Yahoo Messenger. Bagai kuda lepas dari kekang, mereka dengan antusias mencoba segala hal dalam internet.

Semua itu tak ada salahnya asal bisa mengatur waktu. Yang bikin runyam adalah jika kita tidak tahan godaan.
Website ternama akan selalu menjaga nama baiknya antara lain dengan memastikan websitenya bebas virus, sehingga aman dikunjungi.
Sementara itu pembuat virus dalam rangka menularkan virusnya seluas mungkin, seringkali membuat website porno gratis agar menarik pengunjung sebanyak mungkin, lalu diam-diam menyisipkan virusnya dalam website itu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa website esek-esek alias porno, warez (program bajakan) dan judi sebagian besar mengandung virus. Bahkan sekedar membuka halaman depan website itu sudah akan membuat komputer Anda tertular.
Belum lagi spam (email sampah) yang menawarkan cara cepat jadi kaya, alat memperbesar p... (ehm, sensor!) atau viagra murah, yang dilengkapi link "click here for further information".
Tak perduli seberapa canggih atau seberapa banyak anti-virus yang kita punyai, jika kita dengan membabi-buta mengklik semua link yang kita temui dan membuka semua website yang "menggoda iman", jangan heran jika koleksi virus dalam komputer semakin bertambah. Analoginya adalah jika rutin berkunjung ke lokalisasi, jangan heran kalau ketularan penyakit, tak perduli seberapa ahlinya dokter Anda.

Bagi saya (dan juga bagi beberapa pakar security ternama), program anti-virus hanyalah lapis pertahanan kedua. Lapis pertama dan paling penting adalah perilaku pengguna.
Tak jauh beda dengan dunia nyata, perilaku yang bertanggungjawab di internet akan sangat membantu "kebersihan" komputer dari virus dan malware.
Lalu karena semakin banyak virus yang menggunakan media flashdisk sebagai sarana penularan, hindarkan saling bertukar flashdisk dengan siapapun. Jika terpaksa memasukkan flashdisk ke komputer Anda, tekan SHIFT saat menancapkan flashdisk di port USB (ini hanya berlaku untuk Windows XP saja), lalu scan dengan anti-virus.
Inilah yang saya anggap sebagai Good Computing Practice (cara berkomputer yang baik) yang pertama dan terpenting.

--- In God we trust, all others we virus scan. (UNKNOWN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar