Sabtu, 15 Agustus 2009

Proxy Server

Ini adalah bagian pertama dari 3 artikel: Proxy Server, Tor Network dan FoxyProxy

....
di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet
...
(Saykoji - Online)

Apa itu proxy?

Proxy server adalah sebuah server, baik berupa hardware atau program aplikasi, yang bertindak sebagai perantara antara komputer klien dan komputer server yang sebenarnya.
Ada dua fungsi utama proxy, yaitu untuk membuat klien dibelakangnya menjadi anonim. Untuk itu proxy akan mengubah paket data dari klien sebelum diteruskan, sehingga server tujuan mengira paket data tersebut berasal dari proxy, bukan dari klien.
Fungsi kedua adalah untuk mempercepat akses dengan menggunakan cache (penyimpanan sementara). Jika ada klien meminta sebuah halaman website, misalnya halaman depan Google, maka proxy akan meneruskan permintaan itu, lalu saat jawaban dari Google tiba, selain memberikan jawaban itu ke klien, proxy juga akan menyimpan jawaban berupa halaman depan tsb dalam memori-nya sendiri. Saat ada klien berikutnya yang meminta halaman yang sama, proxy sudah tidak perlu lagi mengulang meneruskan permintaan ke Google, melainkan dapat langsung menjawab permintaan ini dengan halaman depan yang sudah disimpannya tadi. Dengan demikian proses tersebut dapat dipersingkat.

Selain itu masih banyak jenis proxy lain, seperti Content-filtering web proxy yang digunakan untuk memblokir akses dari sebuah jaringan ke web tertentu.

Yang menarik adalah penggunaan proxy untuk menghindari sensor atau blokir. Sedikit ironis, karena kebanyakan blokir juga menggunakan proxy.
Misalnya sebuah perusahaan menerapkan peraturan yang melarang pegawainya membuka facebook dari kantor. Untuk itu biasanya departemen IT akan membuat Content-filtering web proxy yang memblokir semua lalulintas data dari dan ke facebook. Namun jika ada pegawai yang mengerti caranya, bisa saja ia menggunakan proxy untuk mengakses facebook. Karena paket data dari komputer si pegawai nakal ini ditujukan ke proxy server, maka paket tersebut lolos dari filter facebook. Di proxy server, paket itu diganti alamat tujuannya menjadi alamat facebook dengan alamat pengirim si proxy itu, lalu diteruskan lewat internet. Nanti jika paket data jawaban dari facebook sampai ke proxy, jawaban tersebut diubah sehingga seolah merupakan paket data yang berasal dari proxy ke komputer si pegawai itu.
Dengan demikian si pegawai nakal itu dapat berfacebook ria meskipun jaringan komputer perusahaan memblokirnya.

Dalam skala yang lebih besar, proxy juga sering digunakan untuk menghindari sensor dan blokir dari negara. Di Belarus, Burma, Cina, Iran, Korea Utara, Kuba, Mesir, Saudi Arabia, Syria, Thailand, Tunisia, Turkmenistan Uzbekistan, Vietnam, dll, dimana negara memblokir akses ke website yang dianggap "subversive", proxy sering digunakan untuk mengakali sensor itu, dengan hasil bervariasi.

Namun dibalik "nikmatnya" menggunakan proxy untuk menghindari blokir, ada resiko yang menyertainya terutama jika proxy server tersebut tidak jelas asal-usulnya. Perlu diingat bahwa proxy server jelas-jelas mengetahui IP Address Anda dan alamat tujuan paket data, yang notabene ingin Anda rahasiakan dari orang lain.
Proxy itu juga bisa saja menyimpan semua lalulintas data yang terjadi sehingga semua pembicaraan atau profil atau data rahasia apapun menjadi diketahui pemilik proxy. Padahal siapa pemilik proxy itu tidak jelas.
Bukan tidak mungkin ada proxy yang sengaja dibuat untuk "mendulang" data rahasia. Semua data dibaca dan dicari apakan mengandung info penting, seperti data pribadi, password, nomor kartu kredit, dsb, untuk kemudian disimpan dan disalah-gunakan.
Bahkan pernah ada kasus di Eropa dimana pemilik proxy memberitahu kepada perusahaan bahwa pegawainya selalu menggunakan proxy-nya untuk mengakses website porno pada jam kerja, sehingga akhirnya si pegawai nakal itu dipecat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar