Sabtu, 11 Juli 2009

RSS? Apa itu?


Bagi Anda yang berkecimpung di dunia properti, mungkin RSS berarti Rumah Sangat Sederhana (atau bisa juga RSSSSSSSS alias Rumah Sangat Sederhana Sehingga Sempit Sekali, Selonjor Saja Sulit). Tapi di internet, RSS memiliki arti yang berbeda.

Ada banyak versi kepanjangan dari RSS, namun sebagian besar orang menerima bahwa RSS adalah singkatan Real Simple Syndication. Secara singkat RSS memungkinkan Anda mengambil ringkasan sebuah website tanpa perlu membuka website itu sendiri.

RSS sendiri adalah sebuah file/content yang dikirim lewat internet, berisi berita singkat yang dirancang untuk dibaca oleh mesin, bukan oleh manusia. Jadi untuk membaca content RSS (atau sering disebut RSS Feed), Anda membutuhkan RSS Client (atau disebut juga RSS Reader), yang bisa berupa program atau bagian dari program. Misalnya browser Mozilla Firefox secara default sudah termasuk RSS Client, atau Yahoo! Widget juga memiliki widget yang berfungsi sebagai RSS reader.
Pada RSS Client/Reader, Anda tinggal memasukkan link RSS yang Anda kehendaki, lalu setiap kali di-update, RSS Client akan mengambil content terbaru.

Banyak sekali website yang menyediakan RSS Feed, misalnya untuk berita: Detik.com, OkeZone, Kompas.com, BBC, CNN, dll.
Tak hanya berita, dengan RSS Anda juga dapat mengetahui gempa diatas 5 skala Richter diseluruh dunia disini, bahkan blog inipun menyediakan RSS bagi Anda yang ingin selalu tahu terlebih dahulu tentang artikel terbaru disini.

Keuntungan RSS dibanding dengan membuka seluruh website adalah kecilnya data yang ditransfer. Ini sangat berguna bagi orang yang hanya memiliki internet yang lambat atau mahal atau dibatasi kuota-nya, misalnya ponsel.
Kini sudah banyak telepon seluler yang juga memiliki RSS Client/Reader, termasuk ponsel saya, sehingga kini setiap pagi saya tidak lagi berminat membaca koran. Dari tempat tidur saya tinggal memencet tombol "Update" lalu membaca berita singkat dari berbagai penjuru dunia, hanya dengan pulsa beberapa ratus rupiah saja. Bandingkan dengan harga langganan koran (apalagi yang eceran), yang hanya di"update" sehari sekali, sementara RSS bisa diupdate sesering Anda suka. Tentu saja ini hanya berita singkat atau headline saja, dan untuk membaca berita lengkapnya, perlu tambahan pulsa lagi.

Jadi, masihkah kita perlu berlangganan koran? Tentu saja masih, selain untuk bisa membaca artikel dengan lebih mendalam, wartawan yang menulis berita (di koran maupun RSS) juga digaji dari uang langganan Anda, bukan dari pulsa internet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar