Sabtu, 17 Januari 2009

2008: Rise of the (bad) machines

"Jika 2007 merupakan tahun kebangkitan penjahat hi-tech profesional, tahun 2008 adalah tahun dimana mereka bekerja."
Demikian kalimat pembuka sebuah artikel BBC "Boom Year for hi-tech criminals"
Mungkin Anda sendiri juga merasakan betapa banyaknya virus atau spam yang Anda temui dan dengar sepanjang tahun lalu.

Saya sendiri berulang-kali menemui komputer yang terserang virus dan telah menjadi zombie (komputer yang terinfeksi virus sehingga lebih mematuhi perintah dari pembuat virus daripada perintah pemiliknya) dan begitu lambat bekerja sehingga hampir tak bisa digunakan secara normal.

Sophos menyatakan bahwa kini mereka menemui lebih dari 20.000 program "jahat" setiap harinya, sementara jumlah virus yang mampu dibendung anti-virus Symantec telah mencapai satu juta virus yang berbeda.
Dan meskipun virus komputer pertama dibuat sekitar 20 tahun yang lalu, mayoritas dari virus itu muncul di dua-tiga tahun terakhir.
Sementara website anti-malware CastleCops yang dimotori para sukarelawan kini telah tutup karena kekurangan dana. Biasanya sukarelawan website ini akan membantu para pemilik komputer yang terkena virus untuk membasminya. Namun menurut beberapa sukarelawan semakin hari permintaan bantuan semakin membanjir, dan virus semakin sukar untuk dibasmi dengan tuntas tanpa mengganggu program lainnya.

Jika dimasa lalu (sekitar lima tahun yang lalu) vektor penyebaran virus "favorit" adalah attachment email, maka kini para pembuat virus banyak memakai cara yang lebih canggih.
Mereka akan berusaha membajak webpage milik orang lain sehingga setiap orang yang mengunjungi webpage itu akan terinfeksi virusnya. Dan website yang dibajak kini bukan hanya website porno, warez (program bajakan) atau judi saja, tetapi juga website-website umum dengan jumlah pengunjung yang besar.
Selain itu cara lain yang banyak dipakai adalah "scareware", dimana pembuat virus menyusupkan program kecil yang kemudian memunculkan pop-up window seolah olah komputer itu sudah terserang virus dan harus men-download/membeli anti-virus. Tampilan pop-up itu demikian mirip dengan peringatan dari Windows sendiri, sehingga banyak orang tertipu dan mengklik 'Ok'.
Akibatnya bukannya anti-virus yang di-download, melainkan virus dan jika orang yang tertipu itu hendak membayar harga "anti-virus" yang "dibeli"nya, bukan saja ia membayar untuk ditulari virus, informasi kartu kreditnya akan disimpan untuk disalahgunakan dikemudian hari. Federal Trade Commission (FTC) Amerika telah mendapat persetujuan pengadilan untuk menutup bisnis ilegal "scareware" ini.

Salah satu kendala untuk membasmi virus adalah insentif untuk membuat virus kini adalah uang, bukan sekedar pamer seperti dulu. Dan uang selalu menarik para penjahat kelas kakap untuk ikut campur tangan. Kejahatan dunia maya disinyalir telah diorganisir dan diatur rapi, dengan memanfaatkan celah-celah hukum dibeberapa negara dan sulitnya mengekstradisi antar beberapa negara.

Tahun 2009? Kita lihat saja nanti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar