Sabtu, 04 Oktober 2008

Batere Lithium Ion

Komputer laptop salah seorang klien saya yang baru dibeli setahun yang lalu, kini baterenya tinggal bertahan satu jam saja, padahal sewaktu masih baru mampu dipakai 3-4 jam. Bagaimana bisa?



Batere rechargeable (dapat diisi ulang) jenis Lithium-Ion (Li-ion) yang kini banyak digunakan oleh ponsel maupun komputer laptop memiliki kemampuan menyimpan energi per berat batere lebih banyak ketimbang jenis rechargeable sebelumnya, yaitu NiCd dan NiMH. Selain itu batere Li-ion juga tidak harus dipakai sampai habis sebelum diisi ulang, sementara batere NiCd dan NiMH jika sering diisi ulang sebelum habis akan berkurang kapasitasnya, yang biasa disebut 'memory effect'.
Tetapi selain kelebihan itu Li-ion juga memiliki beberapa kekurangan.

Seperti halnya semua jenis batere isi-ulang, batere Li-ion memiliki umur yang terbatas. Umur ini ditentukan oleh siklus pemakaian dan isi ulang. Umumnya batere isi ulang memiliki umur minimum 500 - 1000 kali isi ulang (beberapa produsen mengklaim produknya bisa mencapai 2000 kali isi ulang). Tetapi batere Li-ion, yang bebas diisi sebelum habis dayanya, akan menganggap setiap isi ulang sebagai satu siklus, meskipun baru terpakai sedikit. Misalnya sebuah batere setelah diisi 100% penuh, dipakai hingga tinggal 80% penuh sebelum diisi ulang. Batere ini akan berkurang 1 siklus meskipun baru digunakan 20% saja. Jika hal ini diulangi terus-menerus, bisa jadi batere ini cepat rusak biarpun jarang-jarang dipakai.

Meski jarang terjadi, batere Li-ion juga beresiko terbakar atau bahkan meledak jika berada dalam suhu tinggi dalam jangka waktu tertentu. Beberapa jenis batere ini secara kimiawi sangat rentan dengan suhu tinggi. Untuk itu, standar produksi batere ini memang telah mensyaratkan adanya beberapa mekanisme pengaman untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi biasanya jika terjadi sesuatu, mekanisme ini akan membuat batere tidak dapat dipakai lagi. Jadi bisa saja setelah ponsel atau laptop ditinggal dalam mobil dibawah terik panas matahari, mendadak baterenya rusak. (Tapi tentu saja lebih baik membuang satu batere rusak ketimbang batere laptop itu meledak, bukan?)
Kurang lebih 1% dari keseluruhan jumlah produksi batere ini pernah ditarik dari peredaran karena alasan keamanan. (Lewis, Leo (August 21, 2007). "Japanese experts demand change to make phones and laptops safe", The Times.)

Satu lagi kelemahan batere Li-ion yang jarang dipublikasikan, elemen dari batere ini akan perlahan mengalami degradasi secara kimiawi, sehingga meskipun sebuah batere Li-ion hanya disimpan dalam lemari tanpa digunakan beberapa bulan atau tahun, kapasitasnya akan berkurang drastis dibandingkan saat masih baru. Degradasi ini bahkan sudah dimulai saat batere baru selesai diproduksi. Biasanya dengan penggunaan normal pengurangan kapasitas akan terlihat secara signifikan setelah kurang lebih satu tahun.

Agar batere laptop dan ponsel Anda panjang umur, perhatikanlah hal-hal berikut:
Belilah batere jenis Li-ion hanya jika diperlukan, dan selalu minta batere baru. Batere yang sudah disimpan lama bisa jadi sudah berkurang kapasitasnya.
Usahakan batere selalu dalam keadaan sejuk atau minimal tidak kepanasan. Panas berlebih akan dengan cepat mengurangi umur batere.
Batere Li-ion sebaiknya tidak terlalu sering dipakai sampai sama sekali habis (deep cycle) seperti NiCd. Isilah kembali sebelum laptop memberi peringatan "low battery".
Sedikit bertentangan dengan point sebelum ini, untuk mengkalibrasi ulang pengukur kapasitas (seperti power meter di laptop) sebaiknya batere dihabiskan sama sekali setiap sekitar 30 siklus isi ulang .
Bagi batere Li-ion, lebih sehat bekerja ketimbang istirahat terlalu lama. Gunakan batere minimal setiap dua-tiga minggu.
Jika Anda hendak menyimpan batere Li-ion dalam jangka waktu lama, isi hingga hanya 40%-60% kapasitasnya lalu simpanlah dalam lemari es, karena suhu dingin akan memperlambat (bukan mencegah) reaksi kimiawi dalam batere hingga kapasitasnya tidak cepat berkurang. Namun jaga jangan sampai suhu batere mencapai -40ÂșC, karena batere justru akan rusak.
Jika Anda menggunakan laptop dengan charger selalu terhubung ke jaringan listrik dalam jangka waktu lama, lepaslah batere dan simpan ditempat yang sejuk agar terhindar dari panas berlebihan dari laptop. Konsekuensinya jika listrik mati, laptop juga langsung mati, tanpa ada batere sebagai cadangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar