Sabtu, 10 Mei 2008

Cloud computing

Semakin murah dan cepatnya koneksi internet mendorong timbulnya sebuah fenomena baru, dimana program dan data tidak lagi berada dalam komputer milik pemakai, melainkan berada di komputer server entah dimana yang tersambung melalui internet.

Bagi kita tidak penting server itu berada di gedung sebelah, di Singapore, New York atau bahkan dilangit diantara awan sekalipun. Oleh sebab itu metode ini disebut cloud computing.



Google Docs (http://documents.google.com) memungkinkan kita menggunakan program word-processor atau spreadsheet tanpa perlu menginstall program tersebut dalam komputer. Tinggal buat account, lalu kita bisa menggunakan program tersebut via internet. Gratis. Hasilnya juga disimpan di server, atau didownload ke komputer kita jika diinginkan.
Amazon S3, bagian dari Amazon Web Services (http://aws.amazon.com), memungkinkan kita "menitipkan" data ke server mereka, dan dengan program tambahan, tempat "penitipan" itu akan terlihat seperti sebuah drive/disk di komputer kita. Tak perlu takut Amazon akan mengintip data kita, karena program tambahan tadi juga menyertakan fasilitas enkripsi yang mengacak data sebelum dikirim lewat internet.
Microsoft juga mulai menjajaki cloud computing dengan Live Mesh.

Keuntungan cloud computing adalah kita tidak perlu memusingkan media penyimpan, backup rutin, dsb. Yang kita perlukan hanyalah sebuah komputer yang terhubung ke internet. Program yang dipakaipun juga pasti yang terbaru. Dan kita dapat mengakses program atau data itu kapanpun dan dimanapun tanpa perlu membawanya secara fisik.
Kerugiannya tentu saja kita harus membayar biaya koneksi internet.

Menyambung artikel sebelum ini tentang backup, Amazon S3 merupakan satu media backup alternatif. Tidak gratis namun relatif tidak mahal juga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar