Sabtu, 16 Januari 2010

Privasi dalam Facebook

Jika Anda pengguna Facebook, awal bulan Desember lalu saat login Anda pasti telah mendapati sebuah halaman yang "memaksa" Anda untuk mengatur ulang siapa saja yang dapat melihat profil, status dan berbagai data Anda dalam Facebook.
Langkah ini sangat baik dan mendukung privacy karena beberapa orang tidak suka jika profilnya bisa dilihat siapa saja didunia, namun tak tahu bagaimana caranya. Saat ini Facebook bahkan sangat mempermudah pengaturan privacy, dengan tiga tingkatan akses: "friends", "friends of friends", dan "everyone"



Namun meskipun langkah Facebook diatas sangat mendukung privacy, tidak banyak yang menyadari berapa banyak data pribadi yang dapat diakses oleh pembuat aplikasi dalam Facebook.
Jika Anda mengikuti sebuah kuis, game atau aplikasi lain, Anda akan dihadapkan pada sebuah halaman pertanyaan yang meminta persetujuan Anda untuk membolehkan aplikasi tersebut akan dapat mengakses profil Anda, foto, dan sebagainya. Yang biasanya tidak terlalu kita perhatikan adalah ternyata pembuat aplikasi itu juga akan tahu siapa saja teman (friend) kita, lengkap dengan foto, profil dan berbagai data lainnya. Juga meskipun kita sudah membatasi akses data tersebut, pembuat aplikasi tetap dapat mengambil hampir semua data itu.
Semuanya lalu berpulang pada itikad baik si pembuat aplikasi itu. Celakanya Facebook juga tidak terlalu ambil pusing siapa pembuat aplikasi itu, dan hanya mengasumsikan pembuat aplikasi mematuhi aturan main dalam Facebook.

Jadi saat salah satu dari sekian banyak friend Anda mengikuti sebuah aplikasi, maka foto Anda yang cukup memalukan malam minggu kemarin juga sudah diketahui oleh aplikasi itu, dan bisa saja disimpan untuk digunakan dikemudian hari atau diserahkan ke pihak lain.
Anda tidak percaya? silakan ikuti kuis dari ACLU (American Civil Liberty Union) dan perhatikan data apa saja yang lalu diketahui oleh kuis itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar