Sabtu, 06 Juni 2009

Gejala virus

Saya sering mendapat pertanyaan, bagaimana gejala sebuah komputer yang terserang virus?

1. Secara umum, jika komputer terasa lambat jika terkoneksi ke internet dibanding biasanya, Anda harus mulai curiga.
2. Cek apakah task manager masih dapat bekerja. Tekan tombol Ctrl-Alt-Del bersamaan, dan seharusnya muncul window Task Manager. Jika yang muncul adalah pesan error "Task Manager had been disabled by your administrator", itu gejala virus kedua.
3. Cobalah menampilkan extension file. Pada window "My Computer" pilih menu Tools >> Folder Options... >> View >> hilangkan centang pada "Hide extension for known file types" dan klik "OK". Jika tanda centang kembali muncul atau bahkan menu "Folder Options..." tidak ada, itu gejala berikutnya.
4. Lalu virus semacam Conficker atau DownAdUp akan menghalangi koneksi ke website antivirus. Setelah terhubung ke internet, cobalah membuka website AVG, Avira, avast!, Symantec, atau Microsoft. Jika website tersebut tidak dapat diakses sementara website lainnya relatif normal, berarti komputer Anda sudah terserang virus.
5. Cobalah meng-update anti-virus lalu scan seluruh isi harddisk. Memang akan memakan waktu lama, tetapi setidaknya sebagian besar 'gangguan' dapat terdeteksi dengan cara ini.

Bahkan komputer yang sudah dilengkapi anti-virus sekalipun bisa saja tetap tertular. Sudah banyak virus yang setelah masuk ke sistem komputer, mampu mematikan anti-virus dan/atau firewall.
Saya selalu berpendapat bahwa anti-virus adalah lapis pertahanan kedua setelah perilaku pengguna. Tak ada gunanya anti-virus setumpuk jika kita setiap hari mencari program bajakan atau pornografi di internet, karena di website-website itulah banyak virus-virus 'canggih' menunggu siap menerkam komputer Anda.

Yang lebih konyol adalah pengalaman seorang teman yang menjadi tenaga IT disebuah instansi. Sang Direktur mengeluh komputernya sangat-sangat lambat. Setelah dicek, teman saya itu keheranan karena begitu banyak virus yang menulari komputer itu, sampai ribuan jumlahnya. Selidik punya selidik, ternyata program anti-virus dikomputer itu dimatikan oleh sang Direktur. "Habis, setiap kali saya memasukkan flashdisk, selalu dibilang ada virusnya. Lama-lama saya kesal dan saya matikan saja anti-virusnya."
Sama saja karena ada alarm kebakaran yang berisik, alarmnya dimatikan, bukan kebakarannya yang dipadamkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar